Kamis, 03 Oktober 2013

REPRODUKSI NASKAH

Diposting oleh NURUL INAYAH di 21.31
MASJID SOEHARTO
          Almarhum mantan presedien Haji Muhammad Soeharto meninggalkan sebuah masjid megah dan terbesar di Sarajevo, ibukota Negara muslim di Eropa Timur, Bosnia Herzegovina yang sangat terkenal dengan sebutan Masjid Soeharto. Masjid ini dibangun atas biaya para dermawan muslim Indonesia, rakyat, pejabat dan pemerintah Indonesia.
            Ide pembangunan masjid ini muncul saat Soeharto melakukan kunjungan Negara ke Sarajevo. Kunjungan ini sangat bersejarah karena dipandang sebagai kunjungan kepala Negara paling berbahaya di dunia. Saat itu Sarajevo sedang dilanda perang sengit. Tanggal 13 Maret 1995 Soeharto dan rombongan mendarat di Sarajevo dengan menggunakan rompi anti peluru.
Dari beberapa sudut pandang orama masjid ini terlihat berlatang belakang gedung gedung wilayah tersebut. Di sekitar masjid juga ada madrasah tua dari abad ke-16 yang masih aktif menggelar program pendidikan sampai saat ini. Suasana khas Indonesia sangat kental di bagian dalam masjid. Ukiran kayu khas Indonesia menghiasi mihrab, mimbar dan kusen masjid. Masjid Soeharto dirancang oleh arsitektur Indonesia, Fauzan Noe’man, arsitek kenamaan yang juga merancang masjid-masjid besar di Tanah Air.
Masjid ini dibangun dengan dana 2,7 juta Dollar di atas tanah seluas hamper 2.800 meter persegi. Dilengkapi dengan kubah berdiameter 27 meter setinggi 27 meter. Kubah masjid dilengkapi dengan tiga susun celah sebagai ruang masuk cahaya ke dalam masjid. Dua menara kembarnya setinggi 48 meter. Mimbar khatib berupa tangga seperti yang biasa ditemui di masjid-masjid besar Indonesia berdiri gagah di sisi kanan ruang imam. Setiap orang Indonesia yang melihat ukiran mimbar itu akan tahu bahwa ukiran itu berasal dari Nusantara.
Masjid Soeharto terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar digunakan untuk kantor, tempat wudhu, auditorium yang biasa dipakai untuk acara pernikahan dan lainnya, perpustakaan, pusat arsitektur Islam dan ruang kelas. Lantai dua beralaskan karpet diperuntukkan sebagai ruang shalat pria dan lantai tiga digunakan khusus untuk ruang shalat wanita. Secara berkala ada pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan ceramah agama yang dihadiri ribuan jamaah. Kehidupan ibadah semakin hari semakin marak, terutama di saat-saat khusus seperti Ramadhan.

Sumber: Hidayah, 2012, Hal. 114-117

0 komentar:

Posting Komentar

 

NURUL INAYAH Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos